Oh hello my diary, here I am coming back again to write a story on you. Ok let's just start it.
Aku mau nyeritain nih apa aja yang aku lalui seharian ini, emmm bagaimana aku memulainya ya?
Seperti biasa, aku bangun pagi, mungkin agak sedikit terlambat karena malam kemarin aku tidur terlalu larut. Ngapain sih kok tidurnya larut gitu? Oke akan aku ceritain nanti. Setelah bangun pagi seperti biasa, buka hape dulu - niatnya sih buat ngecek ada pesan apa enggak, ternyata enggak ada. Dan begitulah acara bangun tidur berlalu dengan sedikit rasa kecewa dalam hati, tapi tak apa, aku sudah berniat untuk memulai hari dengan hal yang lebih positif hari ini.
Sebenarnya aku bingung mau nulis apa tapi aku coba lanjut aja.
Begini ceritanya
Siang itu, saat tengah menatap layar laptop untuk mencari informasi seputar dunia tulis menulis, aku melihat ada sebuah notifikasi masuk ke handphoneku. Kuperhatikan isi notifikasi tersebut, tenyata sebuah pesan. Lalu kulihat siapakah gerangan yang mengirim pesan tersebut kepadaku, saat itulah kulihat namanya "Bengbeng". Yang aku memang menyimpan kontak pacarku dengan nama tersebut, dan aku juga kerap kali memanggilnya dengan sebutan 'beng' meskipun ketika kutanya dia bilang dia tidak terlalu suka panggilan itu - terasa aneh katanya. Karena aku agak sedikit bandel dan usil, jadi tetap kupanggil dia begitu (sebenarnya karna memang aku suka saja memanggilnya begitu, terasa nyaman saat diucapkan. Kok jadi bahas nama panggilan sih? Oke kembali lagi ke cerita yang tadi. Jadi, aku agak kaget sewaktu melihat pesan darinya, karena kupikir saat itu kami kan sedang bertengkar, dan dia mengatakan padaku kalau kami berdua tidak usah bertemu dulu sampai 10 hari ke depan. Lalu kenapa dia mengirimiku pesan?
Aku lantas membuka pesan darinya, dia menulis :
Hellooo
Besok jadi nggak ke kawinan temanmu?
Akupun berpikir, oh ternyata dia mengirimiku pesan untuk menanyakan hal itu. Tidak heran sih karna sebelumnya aku mengajaknya untuk pergi bersama. Tapi yang bikin heran adalah, kenapa dia masih mengirimu pesan, bukankan kami sedang bertengkar? Lama tak kubalas pesan darinya karena aku sedang berpikir, harus menulis balasan yang seperti apa? Apakah harus dengan ketus, senang, atau biasa saja. Lalu kemudian kuputuskan untuk membalas pesannya dengan singkat
Jadi kok, tulisku pada pesan di grup chat tersebut. Well biar kuberi tau dulu, kenapa kami saling mengirim pesan di grup chat bukannya pesan pribadi? Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karna dia memblokir akun WA pribadiku, jadi mau tak mau dia hanya bisa mengirimi pesan lewat grup chat.
Jadi begitulah, pesan pertama yang dia kirimkan setelah hampir dua hari memblokir akunku. Setelah menerima balasan pesan dariku, dia pun tak langsung membalasnya juga, jeda beberapa menit kemudian barulah pesan keduanya masuk, dia menuliskan kalimat ini
Have you feel better yet?
Jujur saja membaca pesan itu membuatku merasa cukup senang, karena aku tahu ternyata dia juga memikirkanku. Bukannya aku berharap tidak dipikirkan atau apa, hanya saja kadang dia terkesan sangat cuek dengan apa yang kurasakan. Entah karena dia memang tidak peka, atau aku saja yang tidak bisa merasakan sebentuk perhatian darinya. Menurutmu bagaimana?
Akupun membalas pesannya.
Not sure, tulisku.
Sebenarnya aku ingin mengatakan aku sudah merasa lebih baik, hanya saja aku sedikit gengsi untuk mengakuinya, dan kalau boleh jujur aku berharap perhatian lebih darinya saat kubilang aku tidak yakin dengan keadaanku saat itu.
How are things going? tanyanya lagi.
Karena dia bertanya begitu, kuputuskan untuk mengaku saja.
Well, maybe a little bit better than yesterday, akuku kemudian.
Aku berharap setelah mengatakan itu, dia kan kembali mengatakan hal-hal yang akan membuatku senang. Namun ternyata dia kembali tak langsung membalas pesanku. Hampir satu jam kemudian baru dia mengirim balasan, yang isinya sedikit membuatku kembali kesal.
Tolong liatin bekas pembelian tinta di shopee ya, katanya.
Meskipun sedikit kesal, terpaksa tetap kubalas pesannya itu karena berpikir mungkin saja dia perlu hal itu
Ok bentar.
Setelah itu akupun mengirimkan hasil tangkapan layar dari aplikasi online shop tersebut untuk pembelian tinta tempo hari. Tak lama setelah aku mengirimkan gambar tersebut, tiba-tiba dia menelpon. Aku mengira ada pesannya yang terlewat kubaca atau kubalas, lalu kuangkatlah telpon darinya. Setelah aku mengangkat telpon, dia malah langsung mematikan telpon tersebut. Huh kebiasaan. Lalu akupun mengiriminya pesan kembali.
Apaa, kataku. Berpikir bahwa setelah menelpon dia akan langsung membalas pesan dariku. Nyatanya tidak, sungguh dia sangat pandai membuatku kesal.
Sekang beberapa menit kemudian, pesan balasan darinya kembali masuk, dan balasan darinya kali ini benar-benar membuatku senang.
wanna take a walk today? tanyanya.
Karena merasa senang dengan ajakan itu, akupun tak perlu waktu lama untuk membalas pesan darinya. Namun tentu saja, masih dengan sedikit rasa gengsi tentunya. Kubalaslah pesannya sesingkat mungkin, namun harus tetap terlihat antusias.
Where?
What about hanging out at GB? tanyanya lagi. Seperti yang sudah kuduga, dia pasti akan mengajakku ke tempat itu, dan sebenanrnya aku memang berharap dia mengajakku ke sana. Jadi pas kan? Hahaha
What time? Aku masih membalas dengan singkat agar tidak terlalu terkesan antusias dengan ajakannya. Enak saja dia sudah membuatku kesepian hampir dua hari, semudah itu dia mengajakku jalan, hehmm.
What about now?
Oke aku menyerah, kali ini aku tidak bisa lagi menyembunyikan antusiasmeku setelah diajak jalan-jalan olehnya, segera kukirim balasan kalau aku akan langsung bersiap-siap.
Okay, I am getting ready.
Tak berapa lama kemudian akupun mengirimkan pesan kembali mengatakan kalau aku sudah siap.
Ready, kataku.
Biasanya aku bersiap-siap cukup lama ketika dia mau mengajak jalan atau sekedar beli sayur di warung. Tapi kali ini lumayan cepat tidak sampai 20 menit kurasa. Ya tentu saja aku cepat, selain karena aku memang sudah mandi, dandan dan lain sebagainya sebelum diajak pergi olehnya, itu juga karena aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku sedikit kangen. Dikit aja loh ya, ingat, dikit. Enggak boleh banyak-banyak pokoknya nanti dia kepedean kalau kubilang begitu.
Otw, katanya membalas pesanku.
Begitulah, tak lama setelah itu dia pun datang menjemputku dan kamipun berangkat ke tempat tujuan. Kami menghabiskan waktu bersama di sana cukup lama. dan tentunya aku sangat senang, kami membicarakan beberapa hal, berjalan-jalan mengelilingi taman, mengambil beberapa foto, membeli cemilan dan tertawa bersama tentunya. Dan pada akhirnya aku sangat senang, karena sebelumnya kupikir dia mau berpisah dariku dengan cara memblokir akun WA ku, ternyata aku salah. Yaah begitulah, aku memang sering kali berpikir berlebihan.
Itu saja dulu yang bisa kuceritakan hari ini, semoga saja dia tetap perhatian denganku dan jangan sampai dia kepedean setelah membaca tulisan dariku ini. Huuuuuh
Komentar
Posting Komentar